“Ibu, Tolong.. Tolong” – Budak Dibungkus Plastik dan Digantung di Pintu Jadi Viral, Reaksi Perakam Buat Netizen Geram

“Ibu, Tolong.. Tolong” – Budak Dibungkus Plastik dan Digantung di Pintu Jadi Viral, Reaksi Perakam Buat Netizen Geram

“Ibu, Tolong.. Tolong” – Budak Dibungkus Plastik dan Digantung di Pintu Jadi Viral, Reaksi Perakam Buat Netizen Geram Niat nak melawak kdg-kdg tak jangka boleh mengundang maut..Itu yg terjadi pd seorang kanak-kanak lelaki yg dibungkus dlm plastik kemudian digantung di pintu sambil ditertawakan oleh ibubapanya..korang rasa, patut ke tak patut melawak cara mcm nie ?


Video viral seorang bocah laki-laki ini dalam sekejap langsung menuai komentar dari banyak netizen. Diantara kita tentu tak asing lagi dengan kantung kresek hitam.

Wadah ini sudah lazim digunakan sehari-hari. Biasanya, kantung kresek hitam digunakan untuk membawa berbagai barang, seperti pakaian atau makanan.

Pembelian barang di pasar tradisional hingga toko kelontong pun biasanya memakai kantung kresek sebagai pembungkusnya.

Kantung kresek ini memang bisa menampung beban beberapa kilo beratnya. Sudah menjadi rahasia umum pula warnanya yang hitam itu mengakibatkan panas. Sehingga, hal itu berpengaruh pada apa pun yang di dalamnya.

Namun kali ini kantung kresek itu tak digunakan seperti biasanya. Baru-baru ini tersebar sebuah video bocah laki-laki yang direkam oleh orang terdekatnya sendiri. Bocah tersebut terlihat dimasukkan ke dalam plastik kresek!

Tak hanya itu, plastik kresek itu pun digantung pada sebuah kenop pintu. Entah apa yang dirasakan bocah itu. Dilihat dari akun Instagram @heppy_sabian, bocah tersebut harus menahan diri karena dirinya dimasukkan dalam ruang sangat sempit.

Juga ia harus menahan rasa panas di dalamnya. Karenanya, tak heran anak itu kemudian menagis meraung-raung. Tapi reaksi sang perekam bikin gemas netizen. Yang merekam video ini malah tertawa-tawa.

“Udah….udah….” tangis anak itu.

Tak lama anak itu pun dikeluarkan oleh wanita berkaus putih. Wanita itu ingin langsung menurunkan anak itu. Tapi sang perekam sempat menolaknya.

Artikel IniKalilah© Lainnya :

0 komen:

Catat Ulasan

Scroll to top